Seberapa penting sii data di komputer kita?
nii kiat menjaga agar data qta gag dicuri orang :
Seberapa penting data yang qta miliki?
Apakah memang layak data qta tidak ingin diketahui oleh orang lain atau bahkan kompetitor bisnis atau musuh qta sendiri?
Tidak ada tempat yang aman untuk menyimpan data-data qta, kecuali komputer kesayangan qta dimatikan dan dimasukan dalam gudang data kemudian digembok.
Namun demikian setidaknya masih ada cara atau metode yang setidaknya mampu sedikit menghambat atau mengeleminir data-data qta jatuh ketangan orang yang tidak dikehendaki yaitu dengan metode enkripsi.
Ada beberapa software yang mampu melindungi data qta dengan menggunakan metode enkripsi,misalnya yang menurut gw patut qta coba :
1. Truecrypt (Open Source/ GPL)2. Waterwall (Propierty/ License) Truecrypt (www.truecrypt.org)
Sekilas tentang software ini adalah free alias gratis ngga perlu bayar lisensi. Software ini mampu berjalan diatas sistem operasi Windows XP/2000/2003 and Linux.
Untuk informasi selengkapnya silakan kunjungi link ini http://www.truecrypt.org/docs/.Tapi sayang masih ada kelemahannya, truecrypt belum mampu mencegah pengkopian apabila volume telah live. Tapi setidaknya mencegah pencurian data dalam kasus-kasus seperti misalkan hardisk/laptop dicuri. Untuk meminimalkan pencurian, truecrypt bisa diatur apabila dalam sekian menit tidak ada aktivitas read/write, maka otomatis di-unmount. Mungkin itu yang terbaik yang bisa dilakukan truecrypt untuk meminimalkan pencurian data. Selebihnya yaa mungkin perlu dipasang firewall, anti-virus, anti-spyware dsb untuk mencegah unauthorized copy.
2.Waterwall (http://www.safasoft.co.kr/)
Sekilas tentang software ini adalah propierty alias berbayar harus lisensi. Software ini mampu berjalan diatas sistem operasi Windows dan Linux.
Software ini lebih cocok digunakan untuk perusahaan yang berskala besar untuk mencegah keluarnya data dan jatuh ketangan orang-orang yang jail, apalagi sampai ke musuh qta.Sayang, software ini pasti sangat mahal sekali dan sayang masih bisa dilumpuhkan dengan mudah.
Seperti yang gw sampaikan diawal, tidak ada tempat yang ”aman”. Mungkin pendekatan persuasif atau atau teknik sosial engineering lebih ampuh dari software secangih apapun.
Minggu, 14 Desember 2008
Sabtu, 13 Desember 2008
ilmu KOMUNIKASI
Apa itu komunikasi?
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek /tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik.
· Komunikasi Interpersonal: komunikasi dalam diri
· Komunikasi Transendenta: ex. Komunikasi dengan Tuhan
· Komunikasi Organisasi: ex. Humas APMD mengadakan jumpa pers
Tujuan komunikasi
1. Membangun/menciptakan pemahaman/pengertian bersama
2. Saling memahami è tidak harus menyetujui
Tujuan utama komunikasi adalah untuk membangun/menciptakan pemahamam atau
pengertian bersama. Saling memahami atau mengerti bukan berarti harus menyetujui tetapi
mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku ataupun
perubahan secara sosial:
a. Perubahan Sikap (Attitude Change)
Seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah, baik postif
maupun negatif. Dalam berbagai situasi kita berusaha mempengaruhi sikap orang lain
dan berusaha agar orang lain bersikap positif sesuai keinginan kita.
b. Perubahan Pendapat (Opinion Change)
Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. Pemahaman, ialah
kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh
komunikator. Setelah memahami apa yang dimaksud komunikator maka akan tercipta
pendapat yang berbeda-beda bagi komunikan. Contoh: Berita yang disampaikan oleh
surat kabar. Informasi dapat diterima khalayak dalam waktu bersamaan, namun
opini/pendapat yang muncul tiap individu berbeda-beda.
c. Perubahan Perilaku (Behavior Change)
Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang.
Contoh: Kampanye kesehatan misalnya mengenai merokok menyebabkan gangguan
kesehatan. Setelah mengikuti kampanye tersebut seorang perokok misalnya kemudian
berusaha mengurangi/berhenti merokok.
d. Perubahan Sosial (Social Change)
Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi
hubungan yang makin baik. Dalam proses komunikasi yang efektif secara tidak sengaja
meningkatkan kadar hubungan interpersonal. Contoh: Di perkantoran, seringkali
terjadi komunikasi dilakukan bukan untuk menyampaikan informasi atau
mempengaruhi sikap semata, tetapi kadang-kadang terdapat maksud implisit di
sebaliknya, yakni untuk membina hubungan baik.
Fungsi komunikasi
1. To educate atau mendidik
2. To persuade atau meyakinkan
3. To entertain atau menghibur
4. To inform atau menginformasikan
1. Menyampaikan informasi (To inform)
Memberitahukan/menerangkan informasi atau hal-hal yang belum diketahui seseorang
maupun publik terhadap apa yang terjadi kepada seseorang ataupun publik, sehingga
informasi-informasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan dan wawasan.
Misalnya: Media massa, melaporkan hal-hal luar biasa ataupun berita-berita aktual
kepada publik/audiens sehingga publik menjadi mengetahui dan mengerti akan berita
tersebut.
2. Mendidik (To educate)
Memberikan pendidikan dan pengetahuan yang bermanfaat baik secara formal, non
formal maupun informal sehingga mendorong pembentukan watak dan pendidikan
keterampilan serta kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan
Misalnya: Seorang guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya
3. Membujuk (To persuade)
Membujuk, mempengaruhi atau membentuk suatu opini seseorang maupun publik,
meyakinkan tentang informasiinformasi yang diberikannya sehingga benar-benar
mengetahui situasi yang terjadi di lingkungannnya. Misalnya: Iklan TV yang
mengiklankan produk , dengan gaya persuasinya membujuk atau mempengaruhi
pemirsanya untuk menggunakan produk tersebut.
4. Menghibur (To entertaint)
Memberikan hiburan atau kesenangan, sehingga seseorang maupun publik
memperoleh selingan dari kejenuhan yang dialaminya karena takanan-tekanan baik
dalam pekerjaan, pergaulan dan lainlain yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya: Musik, Komedi, Tari, Olah Raga
Bentuk-bentuk Komunikasi
1. Interpersonal/tatap muka
- Informal
- Tanpa terencana
- Efek yang ditimbulkan bisa ketiga-ketiganya (afeksi, kognisi, psikomotorik), karena antara
yang berkomunikasi terlibat dialog batin face to face atau langsung.
2. Kelompok/group
- Jumlah lebih dari 2 orang
- Ex. Kelas (guru & mahasiswa)
- Formal
- Terencana
3. Massa/mass
- Sekumpulan orang yang dimuat komunikator dan komunikan tidak mengenal
- Kumpulan orang-orang yang tidak sama latar belakangnya contonya ; Terjadi sebuah
tabrakan/kecelakaan banyak orang berkumpul untuk melihat, ada tukang becak, sopir,
mahasiswa, kernet, penjual asongan, dll.
Media Massa : Elektronik & Cetak
Media Elektronik
1. Radio/Audio
· Kecepatan dalam menyampaikan pesan
· Sangat akrab dengan khalayak è dinikmati dengan berbagai aktivitas
· Media imajinatif è kejadian seakan-akan nyata
· Untuk memenggal tayangan lebih mudah daripada TV karena pada TV sudah ada jadwal-
jadwal tertentu yang di’booking’ oleh sponsor.
2. Visual/Gambar/Foto
- Sebagai alat dokumentasi
3. Audio Visual
- Lebih jelas, tegas ex. penayangan gambar dilengkapi dengan narasi dari reporter
- Mahal
Media Cetak
Kelebihan mampu menjabarkan ha-hal yang rumit hingga detail è lebih bayak mendapat
respon dari khalayak.
Media Cetak terdiri dari :
Majalah Koran => Waktu terbit mingguan/bulanan Waktu terbit harian misalnya harian pagi,
sore dll. Mengulas topik-topik tertentu mengulas berita umum, lebih
awet karena bisa dikumpulkan.
Hambatan komunikasi
· Perbedaan persepsi dan kepentingan è bahasa, tk pendidikan
· Ada persaingan nilai
· Kepentingan itu diikuti oleh mekanisme pasar
· Kekerasan kata-kata ex. agar akrab dengan menggunakan kata-kata berbagai macam
Binatang untuk memanggil seseorang è mestinya tidak digunakan/diterpkan di semua
situasi jadi hanya pada kalangan tertentu
· Perbedaan budaya
· Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga
mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan
penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
· Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi,
misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan
pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik dan telekomunikasi terputus
sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan baik dari para korban kepada
pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya.
· Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si
penerima
· Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /
mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi
lebih lanjut.
· Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa
adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan
sebagainya.
· Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat
komunikasi, dan lain lain.
· Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadangkadang mempunyai arti
mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan
penerima, dengan kata lain bahasa yang digunakan berbeda.
· Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi. Dalam
musibah ini komunikan masih trauma dengan musibah yang menimpa mereka.
Komponen-komponen komunikasi :
a. Komunikator/Penyampai pesan/Sumber/Source
Semua proses komunikasi berasal dari sumber, yang dapat berupa :
· Perorangan , jika dalam komunikasi individual atau antar perorangan, atau seorang
dengan beberapa orang
· Suatu lembaga atau organisasi, atau orang yang dilembagakan (komunikasi dengan media
massa)
b. Pesan/Message
Unsur pesan meliputi semua materi atau isi yang dikomunikasikan antara pihak-pihak yang
terlibat dalam proses komunikasi, baik yang disampaikan secara verbal maupun non verbal,
baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui media massa misalnya).
Pesan dapat berupa:
· Pesan verbal, misalnya: bahasa/kata-kata lisan atau tertulis
· Pesan non verbal, misalnya: isyarat, gambar, warna
· Pesan paralinguistik, misalnya: kualitas suara, tekanan suara(tinggi rendah nada bicara),
kecepatan suara, vokalisasi
c. Saluran/Media/Channel
Unsur saluran merupakan sarana tempat pesan yang disampaikan sehingga bisa diterima
dan dimaknai oleh komunikan. Misalnya: media massa (surat kabar, majalah, televisi, radio
dll.)
d. Komunikan/Penerima pesan/Receiver
Unsur penerima merupakan sasaran dari komunikasi, bisa terdiri dari seseorang atau
beberapa orang atau suatu lembaga/organisasi.
e. Tujuan/Destination/Efect
Efek merupakan hasil dari suatu kegiatan komunikasi, merupakan tujuan dari peserta –
peserta di dalam proses komunikasi.
f. Umpan Balik/Feedback
Feedback merupakan tanggapan atas pesan komunikan apabila tersampaikan atau
disampaikan kepada komunikator.
g. Gangguan/Noise
Gangguan tak terncana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat pesan yang
diterima komunikan berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada
komunikan. Misalnya: perkuliahan yang terganggu akibat ada pesawat terbang yang
melintas rendah di atas kelas.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu untuk menghasilkan efek /tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik.
· Komunikasi Interpersonal: komunikasi dalam diri
· Komunikasi Transendenta: ex. Komunikasi dengan Tuhan
· Komunikasi Organisasi: ex. Humas APMD mengadakan jumpa pers
Tujuan komunikasi
1. Membangun/menciptakan pemahaman/pengertian bersama
2. Saling memahami è tidak harus menyetujui
Tujuan utama komunikasi adalah untuk membangun/menciptakan pemahamam atau
pengertian bersama. Saling memahami atau mengerti bukan berarti harus menyetujui tetapi
mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku ataupun
perubahan secara sosial:
a. Perubahan Sikap (Attitude Change)
Seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah, baik postif
maupun negatif. Dalam berbagai situasi kita berusaha mempengaruhi sikap orang lain
dan berusaha agar orang lain bersikap positif sesuai keinginan kita.
b. Perubahan Pendapat (Opinion Change)
Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. Pemahaman, ialah
kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh
komunikator. Setelah memahami apa yang dimaksud komunikator maka akan tercipta
pendapat yang berbeda-beda bagi komunikan. Contoh: Berita yang disampaikan oleh
surat kabar. Informasi dapat diterima khalayak dalam waktu bersamaan, namun
opini/pendapat yang muncul tiap individu berbeda-beda.
c. Perubahan Perilaku (Behavior Change)
Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang.
Contoh: Kampanye kesehatan misalnya mengenai merokok menyebabkan gangguan
kesehatan. Setelah mengikuti kampanye tersebut seorang perokok misalnya kemudian
berusaha mengurangi/berhenti merokok.
d. Perubahan Sosial (Social Change)
Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi
hubungan yang makin baik. Dalam proses komunikasi yang efektif secara tidak sengaja
meningkatkan kadar hubungan interpersonal. Contoh: Di perkantoran, seringkali
terjadi komunikasi dilakukan bukan untuk menyampaikan informasi atau
mempengaruhi sikap semata, tetapi kadang-kadang terdapat maksud implisit di
sebaliknya, yakni untuk membina hubungan baik.
Fungsi komunikasi
1. To educate atau mendidik
2. To persuade atau meyakinkan
3. To entertain atau menghibur
4. To inform atau menginformasikan
1. Menyampaikan informasi (To inform)
Memberitahukan/menerangkan informasi atau hal-hal yang belum diketahui seseorang
maupun publik terhadap apa yang terjadi kepada seseorang ataupun publik, sehingga
informasi-informasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan dan wawasan.
Misalnya: Media massa, melaporkan hal-hal luar biasa ataupun berita-berita aktual
kepada publik/audiens sehingga publik menjadi mengetahui dan mengerti akan berita
tersebut.
2. Mendidik (To educate)
Memberikan pendidikan dan pengetahuan yang bermanfaat baik secara formal, non
formal maupun informal sehingga mendorong pembentukan watak dan pendidikan
keterampilan serta kemahiran yang diperlukan pada semua bidang kehidupan
Misalnya: Seorang guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya
3. Membujuk (To persuade)
Membujuk, mempengaruhi atau membentuk suatu opini seseorang maupun publik,
meyakinkan tentang informasiinformasi yang diberikannya sehingga benar-benar
mengetahui situasi yang terjadi di lingkungannnya. Misalnya: Iklan TV yang
mengiklankan produk , dengan gaya persuasinya membujuk atau mempengaruhi
pemirsanya untuk menggunakan produk tersebut.
4. Menghibur (To entertaint)
Memberikan hiburan atau kesenangan, sehingga seseorang maupun publik
memperoleh selingan dari kejenuhan yang dialaminya karena takanan-tekanan baik
dalam pekerjaan, pergaulan dan lainlain yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya: Musik, Komedi, Tari, Olah Raga
Bentuk-bentuk Komunikasi
1. Interpersonal/tatap muka
- Informal
- Tanpa terencana
- Efek yang ditimbulkan bisa ketiga-ketiganya (afeksi, kognisi, psikomotorik), karena antara
yang berkomunikasi terlibat dialog batin face to face atau langsung.
2. Kelompok/group
- Jumlah lebih dari 2 orang
- Ex. Kelas (guru & mahasiswa)
- Formal
- Terencana
3. Massa/mass
- Sekumpulan orang yang dimuat komunikator dan komunikan tidak mengenal
- Kumpulan orang-orang yang tidak sama latar belakangnya contonya ; Terjadi sebuah
tabrakan/kecelakaan banyak orang berkumpul untuk melihat, ada tukang becak, sopir,
mahasiswa, kernet, penjual asongan, dll.
Media Massa : Elektronik & Cetak
Media Elektronik
1. Radio/Audio
· Kecepatan dalam menyampaikan pesan
· Sangat akrab dengan khalayak è dinikmati dengan berbagai aktivitas
· Media imajinatif è kejadian seakan-akan nyata
· Untuk memenggal tayangan lebih mudah daripada TV karena pada TV sudah ada jadwal-
jadwal tertentu yang di’booking’ oleh sponsor.
2. Visual/Gambar/Foto
- Sebagai alat dokumentasi
3. Audio Visual
- Lebih jelas, tegas ex. penayangan gambar dilengkapi dengan narasi dari reporter
- Mahal
Media Cetak
Kelebihan mampu menjabarkan ha-hal yang rumit hingga detail è lebih bayak mendapat
respon dari khalayak.
Media Cetak terdiri dari :
Majalah Koran => Waktu terbit mingguan/bulanan Waktu terbit harian misalnya harian pagi,
sore dll. Mengulas topik-topik tertentu mengulas berita umum, lebih
awet karena bisa dikumpulkan.
Hambatan komunikasi
· Perbedaan persepsi dan kepentingan è bahasa, tk pendidikan
· Ada persaingan nilai
· Kepentingan itu diikuti oleh mekanisme pasar
· Kekerasan kata-kata ex. agar akrab dengan menggunakan kata-kata berbagai macam
Binatang untuk memanggil seseorang è mestinya tidak digunakan/diterpkan di semua
situasi jadi hanya pada kalangan tertentu
· Perbedaan budaya
· Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga
mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan
penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
· Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi,
misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan
pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik dan telekomunikasi terputus
sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan baik dari para korban kepada
pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya.
· Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si
penerima
· Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /
mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi
lebih lanjut.
· Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa
adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan
sebagainya.
· Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat
komunikasi, dan lain lain.
· Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadangkadang mempunyai arti
mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan
penerima, dengan kata lain bahasa yang digunakan berbeda.
· Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi. Dalam
musibah ini komunikan masih trauma dengan musibah yang menimpa mereka.
Komponen-komponen komunikasi :
a. Komunikator/Penyampai pesan/Sumber/Source
Semua proses komunikasi berasal dari sumber, yang dapat berupa :
· Perorangan , jika dalam komunikasi individual atau antar perorangan, atau seorang
dengan beberapa orang
· Suatu lembaga atau organisasi, atau orang yang dilembagakan (komunikasi dengan media
massa)
b. Pesan/Message
Unsur pesan meliputi semua materi atau isi yang dikomunikasikan antara pihak-pihak yang
terlibat dalam proses komunikasi, baik yang disampaikan secara verbal maupun non verbal,
baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui media massa misalnya).
Pesan dapat berupa:
· Pesan verbal, misalnya: bahasa/kata-kata lisan atau tertulis
· Pesan non verbal, misalnya: isyarat, gambar, warna
· Pesan paralinguistik, misalnya: kualitas suara, tekanan suara(tinggi rendah nada bicara),
kecepatan suara, vokalisasi
c. Saluran/Media/Channel
Unsur saluran merupakan sarana tempat pesan yang disampaikan sehingga bisa diterima
dan dimaknai oleh komunikan. Misalnya: media massa (surat kabar, majalah, televisi, radio
dll.)
d. Komunikan/Penerima pesan/Receiver
Unsur penerima merupakan sasaran dari komunikasi, bisa terdiri dari seseorang atau
beberapa orang atau suatu lembaga/organisasi.
e. Tujuan/Destination/Efect
Efek merupakan hasil dari suatu kegiatan komunikasi, merupakan tujuan dari peserta –
peserta di dalam proses komunikasi.
f. Umpan Balik/Feedback
Feedback merupakan tanggapan atas pesan komunikan apabila tersampaikan atau
disampaikan kepada komunikator.
g. Gangguan/Noise
Gangguan tak terncana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat pesan yang
diterima komunikan berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada
komunikan. Misalnya: perkuliahan yang terganggu akibat ada pesawat terbang yang
melintas rendah di atas kelas.
IM TELKOM history

23 Mei 1990
Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) atau dulu bernama STMB Telkom didirikan dengan nama Master in Business Administration (MBA) Bandung melalui akta notaris Wiratni Ahmad, SH., nomor : 163/1990, sebagai Graduate School (sekolah pasca sarjana).
Pada awal pendiriannya, Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) mengadop secara utuh, schooling system yang dilaksanakan di Asian Institute of Management (AIM) Philipines . Sistem ini sudah terbukti sangat baik, karena AIM berhasil menjadi Graduate School ternama di Asia dan Dunia. MBA bandung adalah penyelenggara program MBA pertama di Jawa Barat.
Ketika didirikan, organisasi dan pengelolaan lembaga langsung disupervisi oleh 3 (tiga) orang tenaga professional dari AIM, yaitu : 1 (satu) orang Dean (Dean Bernado), 1 (satu) orang Profesor Senior (Prof. Rafael J. Azanza), dan 1 (satu) orang Direktur (Ms. Emmy De Vera). Ketiga orang ini sebenarnya tidak hanya memperkenalkan dan menerapkan schooling system AIM, lebih dari itu, mereka juga mencoba menerapkan kultur dan nilai-nilai profesional yang berlaku di AIM.
Kegiatan tersebut mereka lakukan secara konsisten selama 5 tahun, yaitu dari tahun 1990-1995. Mereka datang ke Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) untuk mengajar dengan pendekatan team teaching bersama-sama dengan pengajar internal Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) , dan selalu mendiskusikan mengenai pengelolaan institusi pendidikan yang baik.
Penerapan schooling system AIM di Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) cukup berhasil, hal ini ditunjukkan dengan berhasilnya Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) bersama-sama dengan IPPM, IPMI, dan Prasetya Mulya, masuk ke dalam jajaran 4 (empat) besar sekolah bisnis terbaik versi majalah SWA tahun 1992, mengungguli universitas-universitas negeri seperti UI, ITB, UNPAD, dll.
25 Desember 1991
Surat Keputusan Dewan Pendiri tentang Bentuk Logo YPT MBA Bandung?
No. SK. : 307/HK-00/YPT/91
1993
Surat Keputusan Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Telkom tentang Bentuk Logo Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.?
No. KEP. : 301/HK00/YPT/93
5 Mei 1993
Surat Keputusan Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Telkom tentang Perubahan Nama dan Organisasi MBA Bandung menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB).
No. : KEP.45/KP08/YPT/93
10 Mei 1993
Manajemen MBA Bandung mengusulkan kepada YPT untuk memproses kurikulum MBA Bandung agar memperoleh akreditasi dari pemerintah Indonesia c.q. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kurikulum dan Sillabi program MBA Bandung memperoleh akreditasi "Unggul" dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pembentukan Program Magister Manajemen pada Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Manajemen Bandung. Program MBA berubah menjadi Program Studi Magister Manajemen (MM).?
SK. No.70a/D/O/1993
10 Mei 1993
MBA Bandung berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB)
15 November 1993
Surat Keputusan Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Telkom tentang Bentuk Logo Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.
No. KEP. : 301/HK00/YPT/93
1994
Pemerintah melakukan regulasi pada institusi pendidikan yang beroperasi sebagai graduate school, STMB melakukan penyesuaian dengan semua regulasi pemerintah. Schooling system yang semula murni AIM, seluruhnya disesuaikan mengikuti aturan pemerintah. Perubahan ini tidak menyulitkan, karena STMB sudah memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk mengelola institusi pendidikan.
25 September 1997
STMB membuka program S1 dengan program studi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI) tanpa menghadapi kesulitan yang berarti, karena telah memiliki pengalaman dalam mengelola post graduate program yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. MBTI mendapat ijin dari Dirjen Dikti dengan status Terdaftar melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Pemberian Status terdaftar Kepada Program Studi Manajemen untuk Jenjang Pendidikan Program S1 di Lingkungan Sekolah Tinggi Manajemen Bandung di Bandung.
Namun demikian, karena STMB belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan mahasiswa yang berjumlah banyak seperti universitas yang mencapai jumlah ribuan orang mahasiswa, dan STMB sangat memperhatikan pengelolaan program yang mengacu pada skala yang baik dan berkualitas, maka penerimaan mahasiswa program S1 angkatan pertama tahun 1997 hanya mencapai 50 (lima puluh) orang mahasiswa
No. : 581/DIKTI/Kep/1997
5 Agustus 2002
Program studi S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika (MBTI) mendapat akreditasi "A" melalui keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, tentang Hasil dan Peringkat Akreditasi Program Studi untuk Program Sarjana di Perguruan Tinggi, dengan nilai 378. Pada periode yang sama, STMB adalah satu-satunya perguruan tinggi yang program studinya mendapatkan akreditasi "A"? dari BAN-PT.
No.014/BAN-PT/Ak-VI/S1/VIII/2002
28 Oktober 2005
Pada Rapat Koordinasi antara Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Teknologi Telekomunikasi (YPT) dengan STT Telkom (sekarang Institut Teknologi Telkom/ IT Telkom), STMB Telkom (sekarang Institut Manajemen Telkom / IM Telkom ) dan NTC di Cipaku,? Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) berubah dan ditetapkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom)
23 November 2005
Tanggal ditetapkannya logo baru STMB Telkom, yang ditandatangani oleh :1.? Anton Adibroto (Ketua), 2. Dodi Tricahyono (Puket 1), 3. Dedi Kurniadi (Puket 2), 4. Jafar Sembiring (Puket 3), 5. Sulaeman (Dir Prog. S1), 6 Ida N. Relawan (Ka BHLM).
23 November 2005
STMB mengajukan? Pengajuan Perubahan nama dari Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telekomunikasi (STMB Telkom).
No. 767/STMB/PR-15/2005
28 November 2005
Pengajuan Filosofi Logo STMB Telkom yang baru kepada YPT?
No. : 782/STMB/PR-15/2005
1 Desember 2005
Penerbitan Surat Keputusan Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Latihan Manajemen dan Teknologi Telekomuikasi tentang Penetapan Nama dan Logo baru Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telekomunikasi (STMB Telkom). Berlaku sejak tanggal 28 Oktober 2005.
No. : KEP.302/HK00/YPT/ 2005
16 Desember 2005
Penerbitan Surat keputusan Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom tentang Pemberlakuan Nama dan Logo? Lama Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.
No. : KEP.073/HK-00/STMB/ 2005
30 Desember 2005
STMB Telkom mengajukan Ralat Penetapan Nama dari Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telekomunikasi (STMB Telkom) menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom).
No. 849/STMB/PR-15/2005
3 Januari 2006
Tanggal diumumkan untuk pertama kalinya penggunaan nama dan logo STMB Telkom.
9 Januari 2006
Surat Keputusan Dewan Pengurus YPT tentang Revisi Penetapan nama dan logo baru Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom. Berlaku sejak tanggal 03 Januari 2006.
No. : KEP.006/SET-06/YPT/ 2006
19 Mei 2006
YPT mendaftarkan hak cipta nama & logo STMB Telkom kepada Departemen Hukum dan hak Azasi Manusia Republik Indonesia.
26 Juni 2006
STMB Telkom mendapat ketetapan tentang Surat Pendaftarann Ciptaan, berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan, dari Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia.
Nomor & tanggal pendaftaran : 030714, 19 Mei 2006
Fakultas IM Telkom
Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) di tunjang dengan staf pengajar yang merupakan kombinasi antara professional dan praktisi industri telekomunikasi menjadikan kegiatan belajar mengajar dan aktifitas kampus semakin hidup. Sebanyak 90% pengajar Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) telah berstatus S2 dan S3 baik dalam maupun luar negeri, sehingga hal ini merupakan jaminan dalam pengajaran manajemen bisnis telekomunikasi dan informatika. Sehingga akan menghasilkan lulusan yang siap terjun di dunia bisnis.
PROGRAM STUDY
MBTI (Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informasi – S1)
Pada tahun 1997 Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) membuka program Strata-1 Jurusan Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika. Lulusan program S1 berhak menyandang gelar Sarjana Manajemen Bisnis.
DKV (Design Komunikasi Visual – S1)
Konsentrasi :
Technopreneurship
Kualitas lulusan : memiliki kompetensi desain komunikasi visual untuk mengembangkan inovasi produk dan bisnis pada industri terkait, serta memiliki entrepreneurial skill yang ditunjang oleh keterampilan di bidang Information and Communication Technology (ICT)
Multimedia Marketing
Kualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi di bidang Marketing Multimedia, melalui pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT), serta memiliki entrepreneurial skill untuk berbisnis secara mandiri.
Akuntansi – S1
Konsentrasi :
Management Accounting
Keunggulan :
Memiliki kompetensi dalam penyusunan laporan keuangan, baik organisasi public (pemerintah & organisasi nirlaba), maupun swasta (nasional & internasional), serta menyediakan sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi berbasis Information and Communication Technology (ICT). Lulusannya diprogramkan mendapatkan Certified Internal Auditor (CIA).
Auditing
Keunggulan :Lulusan memiliki kompetensi dalam melakukan financial audit, operasional audit, dan information system audit serta pengendalian manajemen (Manajemen Control System) berbasis Information and Communication Technology (ICT). Lulusannya juga diprogramkan mendapatkan Certified Internal Auditor (CIA) dan sertifikat Enterprise Resource Planning (ERP) yang relevan dengan bidang akuntansi
Administrasi Niaga – S1
Konsentrasi :
Business AdministrationKualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi di bidang administrasi bisnis, termasuk diantaranya kemampuan di bidang perdagangan nasional & internasional serta e-business dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT).
Modern Office AdministrationKualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan optimalisasi sarana & prasarana perkantoran modern yang berbasis Information and Communication Technology (ICT). Lulusan akan mendapatkan sertifikat Microsoft Office Specialist (MOS).
Ilmu Komunikasi – S1
Konsentrasi :
Creative Media CommunicationKualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan penyampaian informasi yang efisien dan efektif untuk mengoptimalkan keunggulan produk dan perusahaan melalui pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT), serta memiliki entrepreneurial skill untuk mampu berbisnis secara mandiri.
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) adalah sebagai berikut :
1.) Kampus milik sendiri
2.) Ruang kelas yang nyaman
3.) Ruang Serba Guna
4.) Perpustakaan Lengkap
5.) Laboratorium Komputer
6.) Perlengkapan Presentasi Multimedia
7.) Cafetaria
8.) Tempat Ibadah
9.) Lapangan Olah raga
Dukungan Industry
Untuk menunjang pengadaan fasilitas, pengembangan kurikulum, penyediaan dan pengembangan tenaga pengajar, COOP dan Geladi telah dijalin kerjasama dengan berbagai industri, lembaga maupun institusi pendidikan dari dalam dan luar negeri, antara lain :
· PT.TELKOM
· PT.Telkomsel
· PT.INdosat
· PT.Ericsson Indonesia
· PT.Excelcommindo Pratama
· PT.Microsoft Indonesia
· PT.INTI
· PT.Motorola Indonesia
· PT.Pos Indonesia
· PT.Bukaka Teknik
· PT.Gratika
· PT.Lintas Arta
· PT.Indonusa Telemedia
· PT.Nynex & Co
· ZTE Corporation
· France Telecom
· NIIT
· Institut Teknologi Bandung
· Asian Institute of Management (AIM) Philipines
· Multimedia University Malaysia
· Open University Malaysia
· University College Kuala Lumpur
· Singapore Institute Of Management
· IPDN
· Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia
· PT.Bank Mandiri
· PT.Bank BNI'46
· PT.Bank BTN
Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) atau dulu bernama STMB Telkom didirikan dengan nama Master in Business Administration (MBA) Bandung melalui akta notaris Wiratni Ahmad, SH., nomor : 163/1990, sebagai Graduate School (sekolah pasca sarjana).
Pada awal pendiriannya, Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) mengadop secara utuh, schooling system yang dilaksanakan di Asian Institute of Management (AIM) Philipines . Sistem ini sudah terbukti sangat baik, karena AIM berhasil menjadi Graduate School ternama di Asia dan Dunia. MBA bandung adalah penyelenggara program MBA pertama di Jawa Barat.
Ketika didirikan, organisasi dan pengelolaan lembaga langsung disupervisi oleh 3 (tiga) orang tenaga professional dari AIM, yaitu : 1 (satu) orang Dean (Dean Bernado), 1 (satu) orang Profesor Senior (Prof. Rafael J. Azanza), dan 1 (satu) orang Direktur (Ms. Emmy De Vera). Ketiga orang ini sebenarnya tidak hanya memperkenalkan dan menerapkan schooling system AIM, lebih dari itu, mereka juga mencoba menerapkan kultur dan nilai-nilai profesional yang berlaku di AIM.
Kegiatan tersebut mereka lakukan secara konsisten selama 5 tahun, yaitu dari tahun 1990-1995. Mereka datang ke Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) untuk mengajar dengan pendekatan team teaching bersama-sama dengan pengajar internal Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) , dan selalu mendiskusikan mengenai pengelolaan institusi pendidikan yang baik.
Penerapan schooling system AIM di Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) cukup berhasil, hal ini ditunjukkan dengan berhasilnya Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) bersama-sama dengan IPPM, IPMI, dan Prasetya Mulya, masuk ke dalam jajaran 4 (empat) besar sekolah bisnis terbaik versi majalah SWA tahun 1992, mengungguli universitas-universitas negeri seperti UI, ITB, UNPAD, dll.
25 Desember 1991
Surat Keputusan Dewan Pendiri tentang Bentuk Logo YPT MBA Bandung?
No. SK. : 307/HK-00/YPT/91
1993
Surat Keputusan Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Telkom tentang Bentuk Logo Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.?
No. KEP. : 301/HK00/YPT/93
5 Mei 1993
Surat Keputusan Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Telkom tentang Perubahan Nama dan Organisasi MBA Bandung menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB).
No. : KEP.45/KP08/YPT/93
10 Mei 1993
Manajemen MBA Bandung mengusulkan kepada YPT untuk memproses kurikulum MBA Bandung agar memperoleh akreditasi dari pemerintah Indonesia c.q. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kurikulum dan Sillabi program MBA Bandung memperoleh akreditasi "Unggul" dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pembentukan Program Magister Manajemen pada Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Manajemen Bandung. Program MBA berubah menjadi Program Studi Magister Manajemen (MM).?
SK. No.70a/D/O/1993
10 Mei 1993
MBA Bandung berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB)
15 November 1993
Surat Keputusan Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Telkom tentang Bentuk Logo Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.
No. KEP. : 301/HK00/YPT/93
1994
Pemerintah melakukan regulasi pada institusi pendidikan yang beroperasi sebagai graduate school, STMB melakukan penyesuaian dengan semua regulasi pemerintah. Schooling system yang semula murni AIM, seluruhnya disesuaikan mengikuti aturan pemerintah. Perubahan ini tidak menyulitkan, karena STMB sudah memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk mengelola institusi pendidikan.
25 September 1997
STMB membuka program S1 dengan program studi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI) tanpa menghadapi kesulitan yang berarti, karena telah memiliki pengalaman dalam mengelola post graduate program yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. MBTI mendapat ijin dari Dirjen Dikti dengan status Terdaftar melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Pemberian Status terdaftar Kepada Program Studi Manajemen untuk Jenjang Pendidikan Program S1 di Lingkungan Sekolah Tinggi Manajemen Bandung di Bandung.
Namun demikian, karena STMB belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan mahasiswa yang berjumlah banyak seperti universitas yang mencapai jumlah ribuan orang mahasiswa, dan STMB sangat memperhatikan pengelolaan program yang mengacu pada skala yang baik dan berkualitas, maka penerimaan mahasiswa program S1 angkatan pertama tahun 1997 hanya mencapai 50 (lima puluh) orang mahasiswa
No. : 581/DIKTI/Kep/1997
5 Agustus 2002
Program studi S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika (MBTI) mendapat akreditasi "A" melalui keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, tentang Hasil dan Peringkat Akreditasi Program Studi untuk Program Sarjana di Perguruan Tinggi, dengan nilai 378. Pada periode yang sama, STMB adalah satu-satunya perguruan tinggi yang program studinya mendapatkan akreditasi "A"? dari BAN-PT.
No.014/BAN-PT/Ak-VI/S1/VIII/2002
28 Oktober 2005
Pada Rapat Koordinasi antara Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Teknologi Telekomunikasi (YPT) dengan STT Telkom (sekarang Institut Teknologi Telkom/ IT Telkom), STMB Telkom (sekarang Institut Manajemen Telkom / IM Telkom ) dan NTC di Cipaku,? Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) berubah dan ditetapkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom)
23 November 2005
Tanggal ditetapkannya logo baru STMB Telkom, yang ditandatangani oleh :1.? Anton Adibroto (Ketua), 2. Dodi Tricahyono (Puket 1), 3. Dedi Kurniadi (Puket 2), 4. Jafar Sembiring (Puket 3), 5. Sulaeman (Dir Prog. S1), 6 Ida N. Relawan (Ka BHLM).
23 November 2005
STMB mengajukan? Pengajuan Perubahan nama dari Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telekomunikasi (STMB Telkom).
No. 767/STMB/PR-15/2005
28 November 2005
Pengajuan Filosofi Logo STMB Telkom yang baru kepada YPT?
No. : 782/STMB/PR-15/2005
1 Desember 2005
Penerbitan Surat Keputusan Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Latihan Manajemen dan Teknologi Telekomuikasi tentang Penetapan Nama dan Logo baru Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telekomunikasi (STMB Telkom). Berlaku sejak tanggal 28 Oktober 2005.
No. : KEP.302/HK00/YPT/ 2005
16 Desember 2005
Penerbitan Surat keputusan Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom tentang Pemberlakuan Nama dan Logo? Lama Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.
No. : KEP.073/HK-00/STMB/ 2005
30 Desember 2005
STMB Telkom mengajukan Ralat Penetapan Nama dari Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telekomunikasi (STMB Telkom) menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom).
No. 849/STMB/PR-15/2005
3 Januari 2006
Tanggal diumumkan untuk pertama kalinya penggunaan nama dan logo STMB Telkom.
9 Januari 2006
Surat Keputusan Dewan Pengurus YPT tentang Revisi Penetapan nama dan logo baru Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom. Berlaku sejak tanggal 03 Januari 2006.
No. : KEP.006/SET-06/YPT/ 2006
19 Mei 2006
YPT mendaftarkan hak cipta nama & logo STMB Telkom kepada Departemen Hukum dan hak Azasi Manusia Republik Indonesia.
26 Juni 2006
STMB Telkom mendapat ketetapan tentang Surat Pendaftarann Ciptaan, berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan, dari Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia.
Nomor & tanggal pendaftaran : 030714, 19 Mei 2006
Fakultas IM Telkom
Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) di tunjang dengan staf pengajar yang merupakan kombinasi antara professional dan praktisi industri telekomunikasi menjadikan kegiatan belajar mengajar dan aktifitas kampus semakin hidup. Sebanyak 90% pengajar Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) telah berstatus S2 dan S3 baik dalam maupun luar negeri, sehingga hal ini merupakan jaminan dalam pengajaran manajemen bisnis telekomunikasi dan informatika. Sehingga akan menghasilkan lulusan yang siap terjun di dunia bisnis.
PROGRAM STUDY
MBTI (Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informasi – S1)
Pada tahun 1997 Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) membuka program Strata-1 Jurusan Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika. Lulusan program S1 berhak menyandang gelar Sarjana Manajemen Bisnis.
DKV (Design Komunikasi Visual – S1)
Konsentrasi :
Technopreneurship
Kualitas lulusan : memiliki kompetensi desain komunikasi visual untuk mengembangkan inovasi produk dan bisnis pada industri terkait, serta memiliki entrepreneurial skill yang ditunjang oleh keterampilan di bidang Information and Communication Technology (ICT)
Multimedia Marketing
Kualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi di bidang Marketing Multimedia, melalui pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT), serta memiliki entrepreneurial skill untuk berbisnis secara mandiri.
Akuntansi – S1
Konsentrasi :
Management Accounting
Keunggulan :
Memiliki kompetensi dalam penyusunan laporan keuangan, baik organisasi public (pemerintah & organisasi nirlaba), maupun swasta (nasional & internasional), serta menyediakan sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi berbasis Information and Communication Technology (ICT). Lulusannya diprogramkan mendapatkan Certified Internal Auditor (CIA).
Auditing
Keunggulan :Lulusan memiliki kompetensi dalam melakukan financial audit, operasional audit, dan information system audit serta pengendalian manajemen (Manajemen Control System) berbasis Information and Communication Technology (ICT). Lulusannya juga diprogramkan mendapatkan Certified Internal Auditor (CIA) dan sertifikat Enterprise Resource Planning (ERP) yang relevan dengan bidang akuntansi
Administrasi Niaga – S1
Konsentrasi :
Business AdministrationKualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi di bidang administrasi bisnis, termasuk diantaranya kemampuan di bidang perdagangan nasional & internasional serta e-business dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT).
Modern Office AdministrationKualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan optimalisasi sarana & prasarana perkantoran modern yang berbasis Information and Communication Technology (ICT). Lulusan akan mendapatkan sertifikat Microsoft Office Specialist (MOS).
Ilmu Komunikasi – S1
Konsentrasi :
Creative Media CommunicationKualitas lulusan : Lulusan memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan penyampaian informasi yang efisien dan efektif untuk mengoptimalkan keunggulan produk dan perusahaan melalui pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT), serta memiliki entrepreneurial skill untuk mampu berbisnis secara mandiri.
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) adalah sebagai berikut :
1.) Kampus milik sendiri
2.) Ruang kelas yang nyaman
3.) Ruang Serba Guna
4.) Perpustakaan Lengkap
5.) Laboratorium Komputer
6.) Perlengkapan Presentasi Multimedia
7.) Cafetaria
8.) Tempat Ibadah
9.) Lapangan Olah raga
Dukungan Industry
Untuk menunjang pengadaan fasilitas, pengembangan kurikulum, penyediaan dan pengembangan tenaga pengajar, COOP dan Geladi telah dijalin kerjasama dengan berbagai industri, lembaga maupun institusi pendidikan dari dalam dan luar negeri, antara lain :
· PT.TELKOM
· PT.Telkomsel
· PT.INdosat
· PT.Ericsson Indonesia
· PT.Excelcommindo Pratama
· PT.Microsoft Indonesia
· PT.INTI
· PT.Motorola Indonesia
· PT.Pos Indonesia
· PT.Bukaka Teknik
· PT.Gratika
· PT.Lintas Arta
· PT.Indonusa Telemedia
· PT.Nynex & Co
· ZTE Corporation
· France Telecom
· NIIT
· Institut Teknologi Bandung
· Asian Institute of Management (AIM) Philipines
· Multimedia University Malaysia
· Open University Malaysia
· University College Kuala Lumpur
· Singapore Institute Of Management
· IPDN
· Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia
· PT.Bank Mandiri
· PT.Bank BNI'46
· PT.Bank BTN
Langganan:
Postingan (Atom)
